Perairan Batam dijaga ketat, beralih ke Tanjungpinang

Empat penyelundup TKI ditangkap TNI AL

Para TKI ilegal difoto bersama bus yang digunakan sindikat penyelundup dengan pengawasan tim WFQR Lantamal IV, Minggu (27/8/2017). Foto: Dispen Lantamal IV.

TANJUNGPINANG (KP): Empat penyelundup tenaga kerja Indonesia (TKI) ditangkap tim Intelijen Lantamal IV Tanjungpinang di sekitar Batu 8, Minggu (27/8/2017). Keempatnya sempat lolos dari penyergapan tim Western Fleet Quick Response (WFQR) usai menurunkan para TKI ilegal di kawasan Senggarang.

Komandan Lantamal Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/8/2017), mengungkapkan kronologi penangkapan tiga penyelundup TKI ini. Berawal saat informasi diterima tim inteliten pada 26 Agustus, sekitar pukul 17.00.

Informasi tersebut mengenai aktivitas penyelundupan TKI yang beralih dari Batam ke Tanjungpinang. Sebuah speedboat yang digunakan masuk ke perairan Kampung Sungai Ladi, Senggarang.

“Mereka bergeser ke wilayah Tanjungpinang untuk mendaratkan TKI ilegal dari luar negeri. Hal itu mereka lakukan untuk menghindari petugas. Namun, aksi mereka dapat kami antasipasi,” sebut Eko.

Speeboat yang diincar terpantau di perairan Sungai Jang, sekitar pukul 17.30. Anggota WFQR dikerahkan mencari speedboat yang terkenal licin dan menguasai wilayah pesisir Tanjungpinang pada malam hari.

“Kami menduga kalau mereka ini pemain lama TKI ilegal. Kami harus bergerak cepat agar para pelaku tidak lolos,” ungkap Eko.

Perburuan dilakukan di darat dan di laut. Tim laut menggunakan Patkamla Paku dan diperkuat Tim Intel WFQR IV.

Sedangkan tim darat terdiri dari empat orang intelijen melakukan pencarian. Speedboat yang diincar terdeteksi bergerak, sekitar pukul 01.00, Minggu. Speedboat yang diincar terlihat keluar dari perairan Kampung Sungai Ladi.

Speedboat ini berhasil kabur setelah menurunkan para TKI ilegal. Tim laut mengejar speedboat tersebut ke wilayah Sungai Jang,” jelas Eko.

Speedboat ini ditemukan di perairan Sungai Jang sekitar pukul 02.15. Posisi speedboat sudah ditarik ke darat.

Di lokasi berbeda, tim darat melihat sebuah bus yang diduga bekerja sama dengan sindikat TKI ilegal. Perjalanan bus ini diikuti hingga ke sebuah rumah di kawasan Batu 8, sekitar pukul 02.00.

“Kami menangkap satu tekong dan tiga ABK speedboat. Di kediaman itu, kami juga menemukan 29 TKI ilegal. Kami segera mengamankan mereka,” ucap Eko.

Speedboat yang digunakan menyelundupkan TKI ditarik ke Dermaga Yos Sudarso. Satu unit bus sewaan BP 7058 TU juga turut diamankan sebagai barang bukti.

Hasil interogasi, para TKI ilegal ini berasal Lombok (NTB), Jawa Timur, Jawa Tengah, Madura, Jambi, Lampung, Makassar, dan Aceh. Terungkap, para TKI ilegal masuk ke Malaysia melalui Batam atau Tanjungbalai Karimun. Tujuan para TKI ini berbeda-beda sepetti Port Klang, Johor, dan Kuala Lumpur.

“Mereka yang masuk melalui jalur tak resmi ini biasanya bekerja sebagai pekerja kasar di Malaysia,” kata Eko lagi.

Usai diinterogasi dan dites urine, 29 TKI ilegal ini diserahkan ke pihak Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) pada 28 Agustus.

REDAKSI

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top