Dewan sorot progres proyek jalan di Batam

Ketua Komisi III DPRD Kepri Widiastadi Nugroho bersama Djoko Nugroho (Demokrat), Asep Nurdin (Hanura), Saproni (PDIP), Suryani (PKS) dan Raja Astagena (Golkar) saat memantau lokasi pembangunan jalan di di Tanjungpiayu, Batam, Selasa (22/8/2017). Foto: Istimewa.

BATAM (KP): Ketua Komisi III DPRD Kepri Widiastadi Nugroho kesal melihat minimnya serapan anggaran pembangunan jalan di Batam. Rendahnya penyerapan anggaran ini bisa berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi di Kepri ini.

“Perhatian kita pada realisasi pengerjaan proyek-proyek ini. Sampai sekarang, ternyata masih rendah,” kata pria yang akrab disapa Iik ini saat melakukan inspeksi proyek Jalan di Tanjungpiayu, Batam, Selasa (22/8/2017).

Politisi PDIP ini mengungkapkan, dari tujuh titik paket kegiatan di Batam ini, tidak ada satu pun yang mencapai 10 persen. Bahkan, ada satu kegiatan yang saat ini masih dalam proses lelang. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan.

Paket kegiatan jalan Bagan-Telaga Punggur yang baru dikerjakan 1,96 persen. Proyek yang menelan anggaran Rp1,5 miliar ini diberi batas waktu 150 hari kerja sejak tanggal kontrak 27 Juli lalu.

Selanjutnya, paket pembangunan jalan jalur kedua simpang Kalista-Simpang Frangky yang menelan anggaran sekitar Rp2 miliar. Proyek ini baru berjalan dua persen. Sedangkan proyek yang masih dalam proses lelang adalah peningkatan jalan S Parman, Sei Beduk.

“Kami minta Dinas Pekerjaaan Umum dapat mengebut seluruh kegiatan tersebut. Kami akan kawal hingga akhir tahun. Jangan sampai tidak berjalan,” tegas Iik.

Menanggapi kekekesalan anggota dewan itu, Kepala Seksi Preservasi Dinas Pekerjaan Umum Kepri Handoko mengatakan, pihaknya akan bekerja keras menyelesaikan proyek-proyek itu tepat waktu. Permasalahan di lapangan yang dihadapi pihaknya adalah proses lelang hingga mengukur panjang dan lebar jalan.

“Jadi kami harus mengukur row jalan dengan tepat. Tentu kita harus memperhatikan estetikanya,” jelasnya.

Handoko optimis sisa waktu yang ada ini, pihaknya dapat menyelesaikan seluruh pengerjaan paket jalan ini. Dengan demikian, ia berharap ekonomi di Kepri ini dapat bergerak kembali.

Rendahnya serapan anggaran ini juga mendapat perhatian Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Bahkan, ia telah mengumpulkan jajarannya untuk mengetahui secara detail kendala di lapangan. Nurdin juga berjanji akan terus menggenjot anak buahnya untuk bekerja lebih cepat lagi menyelesaikan proyek-proyek di Kepri ini.

Dalam inspeksi ini, hadir juga anggota Komisi III Djoko Nugroho (Demokrat), Asep Nurdin (Hanura), Saproni (PDIP), Suryani (PKS) dan Raja Astagena (Golkar).

REDAKSI

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top