Sudah tiga kali sosialisasi ke masyarakat Senayang

PT LKP akan bangun pabrik kaliandra

Bupati Lingga Alias Wello mensosialisasikan kehadiran PT Lingga Kaliandra Pratama ke masyarakat. Perusahaan ini akan membangun pabrik kaliandra. Foto: Istimewa.

DAIK (KP): Sebuah perusahan dalam negeri PT Lingga Kaliandra Pratama (LKP) berniat membangun pabrik pengolahan tanaman kaliandra di Kabupaten Lingga. Perusahaan tersebut sudah melakukan tiga kali sosialisasi untuk mengukur potensi dan minat masyarakat.

“Sosialisasi terakhir dilakukan di Desa Baran, Kecamatan Senayang, beberapa hari lalu. Saat itu, pihak perusahaan turut didampingi pemerintah daerah,” kata Raja Fachrurrazi, Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPM-PTSPP) Lingga, Rabu (16/8/2017).

Pola investasi yang akan diterapkan perusahaan cukup pro rakyat. Masyarakat sebagai penyedia bahan baku tanaman kaliandra. Sedangkan perusahaan berperan sebagai pengolah.

“Mereka berniat ingin membantu masyarakat menyediakan bibit dan pupuk. Ini kesempatan masyarakat memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk ditanami tanaman kaliandra,” ucap Fachrurrazi.

Perusahaan memiliki harapan bahwa masyarakat mampu menyediakan bahan baku kaliandra itu dengan luas lahan 5.000-7.000 hektare. Karena, kemampuan produksi pabrik yang akan dibangun nantinya cukup besar.

“Sebelumnya, mereka akan membangun pabrik di Batam. Namun saran bupati agar (dibangun) di Lingga saja,” jelas Fachrurrazi.

Pertimbangannya, lapangan kerja tersedia bagi masyarakat Lingga. Permintaan itu disanggupi PT LKP.

“Pada dasarnya lokasi ini menyangkut ketersediaan energi untuk operasi pabrik nanti,” sebut Fachrurrazi.

Investasi perkebunan jenis kaliandra ini sangat didukung pemerintah daerah. Selain hilirisasi yang sudah dijamin oleh pihak swasta tersebut, tanaman kaliandra juga bermanfaat sebagai pakan ternak dalam mendukung rencana pemerintah menempatkan kawasan karantina sapi di salah satu pulau Kabupaten Lingga.

“Nantinya akan saling terintegrasi. Perusahaan butuh kayu, pemerintah butuh daunnya untuk pakan sapi di pulau karantina,” tutur Fachrurrazi.

Tanaman kaliandra tidak sulit untuk dibudidayakan. Masyarakat Lingga yang kulturnya bukan petani pun mampu untuk menanam tanaman penghasil biomassa ini. Pasalnya, tanaman ini tidak butuh perawatan yang berlebihan.

Kaliandra juga tanaman yang produktif. Dalam setahun, kaliandra sudah bisa dipotong dan dipanen.

“Enam bulan kemudian panen lagi dengan jumlah produksi bisa dua kali lipat. Karena setelah tanaman ini dipotong, ia tumbuh lagi dengan dua cabang. Begitu seterusnya,” ungkapnya.

Fachrurrazi optimis, melalui program investasi jenis ini, sektor ekonomi kerakyatan di Lingga akan meningkat. Sebab, investasi seperti inilah yang dicari-cari.

Tiga poin investasi sehat yang digalakkan bupati Lingga terpenuhi yaitu pro masyarakat, ramah lingkungan, dan bekerja sama dengan badan usaha milik daerah. Diharapkan, masyarakat Lingga khususnya Senayang yang menjadi salah satu lokasi andalan budi daya kaliandra, mampu menangkap peluang ini dengan baik.

ARDHY

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top