SPKT Natuna akan dorong ekonomi di Kepri

Lokasi pembangunan Pelabuhan di Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau pada awal September 2016. Foto: Mongabay.

JAKARTA (KP): Pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, akan memacu pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut dan sekitarnya. SKPT Natuna siap diresmikan pada Oktober atau November mendatang dan sesuai target fasilitas fisik di SKPT tersebut telah tuntas dibangun dan beroperasi mulai Juli lalu.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meninjau SKPT Natuna, Senin (8/8/2017). Hal itu dalam rangka persiapan peresmian operasionalisasi SKPT Natuna yang rencananya langsung dilakukan Presiden Joko Widodo.

“Saya ingin memastikan semuanya oke. Pembangunan SKPT Natuna sudah hampir rampung. Hanya saja, ada beberapa fasilitas yang perlu ditambahkan. PLN (pasokan listrik) sudah, mesin es masih kurang, kita masih tambah. Pertamina tinggal pasok saja karena sekarang yang ada alatnya katanya masih kurang. Satu bulan juga selesai,” ucapnya.

Di sisi lain, tantangan lain telah menunggu, yakni menarik minat kapal-kapal ikan agar singgah di Natuna. Untuk itu, pemerintah perlu membangun fasilitas dan sarana yang dapat menarik kapal dari daerah lain, termasuk menyediakan ruang penyimpanan berpendingin (cold storage) dan pasar ikan segar.

“Jangan hanya mau menangkap (ikan) di Laut Natuna, terus langsung dibawa ke Jawa, tidak boleh. Pemda Natuna tidak ada pemasukan apa-apa kalau kapal tidak singgah. Di sisi lain, perlu ada perda agar penangkapan ikan tidak boleh terlalu ke pinggir pulau. Nanti, kalau terlalu ke pinggir pulau, masyarakat pulau tidak kebagian ikan lagi,” kata Susi.

SKPT Natuna diharapkan mampu menghidupkan geliat ekonomi masyarakat sekitar. Dengan adanya SKPT itu, nelayan Natuna dapat berdagang, menjual hasil tangkapan dengan pembeli yang berdatangan dari luar.

“Pembeli dari luar akan berintegrasi ke sini dan membelanjakan uangnya. Lalu, Pemda Natuna mungkin bisa pungut retribusi, pendapatan dari sebagian pendapatan nelayan ini bisa masuk ke TPI (Tempat Pelelangan Ikan),” jelas Susi.

Selain itu, SKPT Natuna menjadi bukti kehadiran negara di titik terluar. Terlebih, Laut Natuna secara geografis sangat strategis dan penting bagi Indonesia.

“SKPT akan menjadi klaim bahwa Natuna adalah daerah bertuan dan milik NKRI. Natuna merupakan titik penting kedaulatan Indonesia di laut. Kemenangan kita di Natuna adalah penting bagi spirit persatuan, spirit pertahanan, untuk menjaga kedaulatan Indonesia di titik utama,” tutur Susi.

INVESTOR DAILY

Spread the love

*

*

Top