Tren pembayar pajak menurun

Realisasi PAD Bintan baru 41 persen

Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam saat memimpin Rapat Evaluasi Pendapatan Semester Pertama di Hotel Hermes, Batu 25, Senin (24/7/2017). Foto: Istimewa.

BINTAN (KP): Realisasi pendapat asli daerah (PAD) Pemkab Bintan baru mencapai 41 persen dari Rp198 miliar pada semester pertama tahun
ini. Pendapatan yang masih di bawah 50 persen ini disebabkan adanya tren pembayaran pajak yang menurun.

Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam saat memimpin Rapat Evaluasi Pendapatan Semester Pertama di Hotel Hermes, Batu 25, Senin (24/7/2017),
menyampaikan, seluruh kepala OPD bekerja keras dalam mencapai target yang telah ditetapkan. Realisasi penerimaan baik di bidang pajak maupun retribusi daerah terus digenjot.

Berbagai kreativitas masih perlu digali, baik dari potensi pariwisata, retribusi, pengawasan, parkir, serta penyesuaian lahan dan bangunan. Berbagai inovasi juga dituntut dalam menggali potensi daerah seperti layanan perpajakan berbasis online demi kemudahan pelayanan .

Evaluasi dan kreativitas harus terus dilakukan. Hal ini demi meningkatkan (PAD) agar mencapai sasaran pendapatan yang telah ditargetkan.

“Penguatan koordinasi juga harus dilakukan oleh seluruh unsur terjun langsung jemput bola ke lapangan,” ujar Dalmasri.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPD) Kabupaten Bintan Yuzed mengatakan, seluruh kepala OPD, camat, lurah, dan petugas terkait segera berkoordinasi terkait partisipasi wajib pajak. Sebab, realisasi PAD dari Januari sampai dengan Juni mencapai 41 persen dari Rp198 miliar.

Beberapa penyaluran pajak dan retribusi daerah dirasa belum optimal. Hal ini dikarenakan tren ekonomi kemampuan masyarakat membayar pajak juga cenderung menurun.

“Rapat koordinasi ini diharapkan agar kita bisa mengoptimalkan PAD, seperti perkembangan penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang, Pajak Bumi Bangunan, Pedesaan dan Perkotaan (SPPT PBB P2) yang belum tersampaikan mencapai 51.698 buah,” tutupnya.

REDAKSI

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top