Pulau karantina sapi impor

Ratusan pekerja terserap, ekonomi bergeliat

Pulau Bakung akan dijadikan kawasan karantina sapi impor. Kawasan ini diyakini menyerap tenaga kerja di bidang peternakan. Foto: Istimewa. Pulau Bakung akan dijadikan kawasan karantina sapi impor. Kawasan ini diyakini menyerap tenaga kerja di bidang peternakan. Foto: Istimewa.

DAIK (KP): Rencana Kementerian Pertanian membangun kawasan karantina sapi di pulau Bakung, Kecamatan Senayang, Kabupapten Lingga akan membawa dampak positif cukup banyak terhadap pembangunan di daerah itu. Ratusan pekerja terserap dan perekonomian di pulau itu bergeliat.

“Dampak yang paling nyata itu terbukanya lapangan pekerjaan dan peluang kemandirian bagi masyarakat di kabupaten ini. Kalau jadi, pulau Bakung itu adalah satu-satunya wilayah karantina sapi di Indonesia,” kata pemerhati sosial dan ketenagakerjaan Kabupaten Lingga Mustazar Mustafa di Daik, Lingga, Rabu (5/7/2017).

Dalam satu kawasan karantina sapi, 60-70 tenaga kerja ahli dan administrasi dibutuhkan. Jumlah tersebut belum termasuk kebutuhan pekerja Rumah Potong Hewan (RPH), buruh angkut, dan pekerja kasar lainnya untuk di area pelabuhan.

Kemandirian masyarakat juga akan terbangun dengan sendirinya. Misalnya, masyarakat membangun usaha rumah makan atau jasa penyediaan konsumsi pekerja di sana. Bahkan, masyarakat juga berpeluang memproduksi tanaman pakan ternak untuk kebutuhan ribuan ekor sapi di pulau itu nantinya.

“Untuk tahap awal, pemerintah memasukkan dua ribu ekor sapi. Tapi kapasitas tampung pulau karantina yang ingin dibuat itu bisa menampung empat puluh ribu ekor sapi. Banyak sekali,” ungkap Mustazar.

Dampak yang lebih besar lagi justru terhadap rencana stategis yang diusung pemerintah Kabupaten Lingga saat ini, khususnya pada sektor pertanian. Dengan terbangunnya sektor peternakan itu, kelemahan pada kebutuhan pupuk organik proyek persawahan dapat diatasi.
Begitu juga sebaliknya, kebutuhan pakan ternak untuk pulau karantina itu akan lebih mudah didapat. Pemerintah Kabupaten Lingga juga telah memulai langkah awal penyediaan pakan ternak indogofera untuk mendukung program peternakan tersebut.

“Kami harap BUMD Lingga mengambil kesempatan kerja sama dalam mendukung program pulau karantina sapi Kementan ini,” ungkap tokoh masyarakat Kecamatan Senayang yang juga staf khusus Bupati Lingga itu.

ARDHY

Berita terkait

*

*

Top