Aku Indonesia, Ideologiku Pancasila!

Zamroni SH, MM. Dosen STIE Pembangunan Kota Tanjungpinang.

Tanggal 1 Juni 2017 untuk pertama kalinya diperingati sebagai Hari Kelahiran Pancasila. Hari yang dijadikan sebagai hari libur nasional untuk memperingati hari dimana sang Proklamator Ir Soekarno berpidato tentang lima dasar negara yaitu Pancasila, yang sebelumnya sudah dirumuskan bersama Muhammad Yamin dengan nama “Lima Dasar”.

Panca itu artinya lima dan sila adalah bahasa Sanskerta yang artinya prinsip atau azaz. Jadi, perlu kita ketahui bersama bahwa hari lahirnya Pancasila ini diperingati karena lahirnya lima sila yang kita kenal dan kita jaga sampai sekarang.

Bagaimana dengan makna Pancasila pada diri kita sekarang? Masihkah makna Pancasila ada dalam diri kita yang “mengaku” sebagai Warga Negara Indonesia?

Apakah makna Pancasila dari sila pertama sampai dengan sila kelima sudahkan dihayati yang kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari? Mungkin inilah pertanyaan yang mesti kita jawab sendiri-sendiri.

Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa. Secara garis besar mengandung makna bahwa negara melindungi setiap pemeluk agama (yang tentu saja agama diakui di Indonesia) untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan ajaran agamanya. Tanpa ada paksaan dari siapa pun untuk
memeluk agama, bukan mendirikan suatu agama.

Sila Kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab. Mengandung maksud bahwa setiap warga negara mendapatkan perlakuan yang sama di mata hukum. Karena, Indonesia berdasarkan atas negara hukum.

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia. Mengandung maksud bahwa seluruh penduduk yang mendiami seluruh pulau yang ada di Indonesia ini merupakan saudara, tanpa pernah membedakan suku, agama ras, bahkan adat istiadat atau kebudayaan. Penduduk Indonesia adalah satu, yakni satu bangsa Indonesia.

Sila Keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Mengandung maksud bahwa setiap pengambilan keputusan hendaknya dilakukan dengan jalan musyawarah untuk mufakat. Bukan hanya mementingkan segelintir golongan saja yang pada akhirnya hanya akan menimbulkan anarkisme dan mengancam kedaulatan NKRI.

Sila Kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mengandung maksud bahwa setiap penduduk Indonesia berhak mendapatkan penghidupan yang layak sesuai dengan amanat UUD 1945 dalam setiap lini kehidupan. Penghidupan di sini tidak hanya hak untuk hidup, akan tetapi juga kesetaraan dalam hal mengenyam pendidikan.

Pancasila telah ditetapkan sebagai ideologi Indonesia. Pancasila ditetapkan sebagai ideologi Indonesia karena lima sila telah mencakup keseluruhan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Nilai-nilai esensial yang terkandung dalam Pancasila yaitu, ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kenyataannya telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala sebelum mendirikan negara. Nilai-nilai tersebut telah ada dan melekat serta teramalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pandangan hidup.

Peringatan Hari Kelahiran Pancasila agar kita bisa menghadapi tantangan global kedepan dalam meneguhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Memaknai Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 2017 ini hendaknya tidak hanya dihafalkan kalimatnya atau bunyinya saja.

Akan tetapi, perlu adanya wujud nyata dari setiap Warga Negara Indonesia untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Nantinya, setiap Warga Negara Indonesia memiliki rasa saling memiliki antara yang satu dengan yang lain dalam satu kesatuan yakni NKRI.
Sehingga diharapkan, tidak ada lagi diskriminasi antara penduduk yang satu dengan yang yang lain, tidak ada diskriminasi antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain. Semuanya menjadi satu dalam wadah negara Kesatuan Republik Indonesia yang berazazkan Pancasila dan berujung pada satu titik keberhasilan menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

Penulis: Zamroni SH MM
Praktisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Dosen di STIE Pembangunan Tanjungpinang

 

Spread the love

*

*

Top