Lolos ke semifinal Piala Gubernur Kepri U-15

Favorit juara tumbang di tangan Lingga

Anak-anak Lingga melihatkan tajinya di Piala Gubernur Kepri kategori usia 15 tahun. Kesebelasan Lingga menyingkirkan Batam dari turnamen ini di babak penyisihan grup.

DAIK (KP): Kesebelasan sepak bola Kabupaten Lingga usia 15 tahun (U-15) melaju ke putaran semifinal piala Gubernur Kepri di Tanjungbalai Karimun. Kesebelasan Lingga menempati posisi kedua dalam babak penyisihan grup di bawah Kabupaten Bintan.

Lingga mengoleksi poin 2 dari dua laga seri melawan Bintan pada pertemuan pertama dengan skor 2-2. Pada pertandingan kedua melawan Batam hanya menghasilkan hasim imbang 1-1.

“Kami bersyukur bisa lolos. Tadinya sempat pesimis karena ada dua tim besar dalam satu grup,” kata Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disparpora Lingga Saparuddin, Rabu (17/5/2017).

Keberhasilan Lingga melaju ke semifinal ini terbilang mengejutkan. Sebab, Lingga bukan tim yang diunggulkan dalam grup yang diisi oleh Batam dan Bintan itu. Batam, yang diprediksi sebagai juara piala gubernur, harus pulang kampung lebih awal karena kalah selisih gol.

“Mereka (Batam dan Bintan) cukup dijagokan. Pasalnya, pembinaan sepak bola mereka sudah bagus. Tapi, itulah sepakbola,” ucap Sapar.

Keberhasilan yang diraih anak-anak Lingga sejauh ini patut diapresiasi. Berbekal semangat dan sportivitas yang tinggi, Lingga mampu menunjukkan permainan terbaik di setiap laga.

Seperti pada pertandingan pertama melawan Bintan. Tim Lingga mampu unggul lebih dahulu dengan skor 2-0. Sayangnya, Bintan sanggup menyamakan kedudukan dengan skor 2-2.

“Lingga punya Osama yang selalu tampil gemilang di setiap laga. Sekarang ini, dia sudah mengoleksi dua gol. Satu ke gawang Bintan dan satu lagi ke gawang Batam,” tutur Sapar.

Terlepas dari keberhasilan kesebelasan Lingga melaju ke semifinal, Sapar mengungkapkan, kelemahan generasi persepakbolaan Lingga ada pada sistem pembinaannya. Padahal, organisasi bidang keolahragaan sudah terbentuk, seperti KONI dan PSSI.

“Sayangnya tidak jalan. Anak-anak kita berbakat tapi kurang dibina. Tim kita ini saja dipersiapkan hanya dalam waktu lima hari,” tutur Sapar.

Jika saja fungsi KONI dan PSSI berjalan dengan baik, prestasi Lingga di bidang olahraga akan jauh lebih baik dari yang ada sekarang ini. Maka dari itu, pembenahan total harus segera dilakukan.

“Kalau peluang memperbaiki organisasi ini harapannya kecil sekali. Daerah butuh pengurus yang benar-benar peduli dengan olahraga. Tidak setengah hati,” ucap Sapar.

Pemerintah daerah melalui Disparpora siap mendukung penuh upaya pembenahan organisasi tersebut. Kendati, ada kelemahan di anggaran.

ARDHY

Spread the love

*

*

Top