Tidur berimpitan di dalam speedboat

Jelang Ramadan, TKI ilegal keluar dari Malaysia

14 TKI ilegal ditemukan petugas TNI AL tidur berimpitan di dalam speedboat di perairan Karimun, Kepri, Sabtu (13/5/2017) dini hari. Mereka keluar dari Malaysia untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing. Foto: Dispen Lantamal IV.

TANJUNGPINANG (KP): Perairan Provinsi Kepulauan Riau dijaga ketat pihak TNI AL menjelang masuknya bulan Ramadan. Pasalnya, Tenaga Kerja Indonesia (YKI) ilegal diprediksi banyak yang akan keluar dari Malaysia.

Informasi ini diperoleh dari masyarakat. Speedboat yang berpenumpang orang TKI ilegal dicegat di perairan Tanjungbalai Karimun pada 13 Mei lalu.

“Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Satgas Barelang-17 yang tergabung dalam tim Charli bekerja sama dengan tim WFQR Lanal Tanjung Balai Karimun menangkap sebuah speedboat. Penumpangnya merupakan TKI ilegal dari Malaysia,” kata Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno.

Para TKI ilegal itu didapati tidur berjejal dengan ditutupi terpal hijau. Hal ini untuk menghindari pantauan petugas. Tekong speedboat berinisial A (44). Sedangkan Anak Buah Kapal (ABK) berinisial B (33).

“Keduanya merupakan warga Kabupaten Karimun,” sebut Eko.

Hasil interogasi, para TKI ilegal itu berangkat dari Pontian, Johor, Malaysia. Speedboat yang mengangkut para TKI ilegal ini akan menuju Tanjung Sebatak Leho, Karimun.

Diungkapkan Eko, upaya penyeludupan TKI yang bekerja di Malaysia kembali ke Indonesia secara sembunyi-sembunyi sudah diprediksi sebelumnya. Biasanya menjelang masuknya bulan suci Ramadan, banyak kegiatan ilegal seperti ini yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab dengan membawa TKI kembali masuk ke Indonesia.

“Sindikat penyelundupan TKI ini sepertinya tidak pernah kehabisan akal. Hal seperti inilah yang terkadang menuai petaka kecelakaan di laut karena kelebihan penumpang atau cuaca buruk,” sebut Eko.

Guna penyelidikan lebih lanjut, 14 TKI ilegal, nakhoda dan ABK speedboat diamankan ke Lanal Karimun. Hasil pendataan, 14 TKI ilegal ini beridentitas Abdul Mahrudin (21) asal Cianjur, Apriayana (20) asal Cianjur, Nandang Koswara asal Cianjur, Jainudin asal Cianjur, Riswandi (19) asal Cianjur, Iwan (32) asal Cianjur, Juju Suriatman (31) asal Cianjur, Agus Gunawan (47) asal Cianjur, Anang (41) asal Cianjur, Wawan Supiandi (30) asal Palembang, Asriyadi (44) asal Jambi, Ruhin (44) asal Lombok Timur, Mustakim (32) asal Lombok Timur, dan Sunarti (32) asal Palembang.

“Seluruhnya negatif dari hasil tes narkoba,” ujar Eko.

Sedangkan urine tekong berinisial A dan ABK berinisial B positif mengandung unsur dal zat narkotika golongan satu jenis sabu-sabu dan pil ekstasi.

REDAKSI

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top