Penambang pasir ilegal dituntut 2 tahun penjara

Zuwandi, penambang pasir ilegal ini dituntut jaksa selama dua tahun penjara, Rabu (12/4/2017).

TANJUNGPINANG (KP): Zuwandi (36) dituntut jaksa selama dua tahun penjara dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (12/4/2017). Warga Desa Kuala Simpang, Kecamatan Sri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan ini terbukti bersalah melakukan penambangan pasir secara ilegal.

Jaksa Penuntut Umum Gustian Juanda Putra usai persidangan mengatakan, perbuatan Zuwandi terbukti memenuhi unsur pasal 158 dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Pasal itu menyebutkan, setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan atau Izin Pertambangan Rakyat, atau Izin Usaha Pertambangan Khusus.

Perbuatan ini dilakukan Zuwandi sekitar 29 Desember 2016 lalu. Salah seorang pekerja bernama Pit menghidupkan mesin penghisap pasir di lahan sekitar Kampung Tanjung Arang, Desa Kuala Simpang.

Pasir yang disedot dimasukkan ke dalam bak penampungan. Pembeli datang. Pasir yang sudah dibeli dimasukkan ke dalam truk dengan sekop oleh Ramdan, Atan, Iza, dan Jumat.

Setelah bak truk penuh, uang diberika pembeli kepada Pit. Sebelumnya, harga pasir untuk satu bak truk sekitar Rp150 ribu. Namun, aktivitas ilegal Zuwandi dihentikan pihak berwajib.

“Dalam fakta persidangan, terdakwa terbukti bersalah. Kami menuntut terdakwa selama dua tahun penjara,” ungkap JPU Gustian.

SURYA

Spread the love

Berita terkait

*

*

Top