Pemasangan kabel optik bawah laut tak berizin

Panglima TNI perintahkan segel PT Sacofa

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama pejabat TNI lainnya serta Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengendarai sepeda motor menuju PT Sacofa di Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (6/4/2017). Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama pejabat TNI lainnya serta Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengendarai sepeda motor menuju PT Sacofa di Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (6/4/2017).

ANAMBAS (KP): Perusahaan telekomunikasi Malaysia, PT Sacofa disegel pemerintah Indoensia. Pasalnya, pemasangan kabel optik bawah laut tidak ada izin.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Asops Panglima TNI Mayjen TNI L Pusung, dan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Soemantri, Danrem 033 Wira Pratama Bigjend TNI Fachri, Danlantamal IV Laksaman Pertama TNI S Irawan mengecek langsung server dan kabel fiber optik bawah laut milik PT Sacofa di Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Kamis (6/4/2017).

Terkait pelanggaran tersebut, Panglima TNI langsung memerintahkan Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Johan Wahyudi untuk menyegel dan menghentikan operasional PT Sacofa. Perusahaan ini belum mengantongi izin dari pemerintah RI. Sehingga, pemasangan kabel optik bawah laut ini melanggar hukum dan aturan internasional terkait keamanan suatu negara.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, penghentian operasional perusahaan telekomunikasi
tersebut sudah sesuai dengan Undang-Undang Internasional Nomor 1 Tahun 1983, termasuk Konvensi
PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) Tahun 1982 yang diratifikasi menjadi Undang-Undang Nomor 17 tahun 1985.

“Dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 1985 tertuang bahwa negara kepulauan memberikan kesempatan untuk memasang kabel bawah laut dan perusahaan yang menggelar kabel bawah laut harus mengurus perizinan dari negara bersangkutan,” jelasnya.

Kabel fiber optik milik PT Sacofa yang melintang di bawah laut RI dapat membahayakan sistem keamanan dan kedaulatan negara. Sebab, kabel fiber optik dan server dapat langsung terhubung ke satelit bila ada tambahan perangkat lain.

“Perangkat seperti ini bisa menyensor seluruh getaran, baik yang ada di permukaan maupun kapal
selam,” ucap Panglima TNI.

Sebenarnya, operasional PT Sacofa berakhir pada 26 November 2016 lalu. Namun pada 23 Maret 2017, perusahaan ini malah beroperasi kembali.

“Pihak Kemenkopolhukam sudah menyampaikan bahwa perusahaan ini tidak boleh beroperasi lagi. Karena, masalah ini menyangkut kedaulatan negara. Kedaulatan negara adalah urusan TNI,” tegas Gatot.

Kepulauan Anambas dan Natuna merupakan pulau yang strategis karena berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia. Oleh karena itu, Tentara Nasional Indonesia wajib melindungi agar kedaulatan NKRI tetap terjaga.

REDAKSI

Berita terkait

One Comment;

  1. sbobet said:

    Howdy Ӏ am so grateful I found your site, I rally founnd you by mistake, while I was
    looқing on Google for something else, Regardless I am here now and would jut like
    to say kudos for a tremendous post and a alll round exciting bpⲟg (I alsο lߋvе the theme/design), I don’t have time to read it all
    at the moment but I havе booқmarked it and also added in your RSS feeds, sso when I have time I will beе
    back to reɑ a lot more, Pleasе do keep up the fantaѕtfic work. https://catladycolitiscoping.Tumblr.com

*

*

Top